SBS juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Sementara itu, kepada warga Numbei yang belum sempat bertemu langsung, Bupati SBS berjanji akan kembali setelah pembangunan jembatan selesai.
Ia menyebut, pihak kontraktor menargetkan pembangunan rampung pada Mei 2026. Setelah itu, akan dilaksanakan ritual adat di ujung jembatan yang berada di wilayah Numbei.
“Nanti setelah selesai, kita akan lakukan ritual adat di ujung jembatan, tepat di kampung Numbei,” ucap Bupati SBS.
Sikap penolakan terhadap penamaan tersebut mencerminkan komitmen Bupati SBS yang lebih mengutamakan manfaat pembangunan bagi masyarakat dibandingkan popularitas pribadi.
“Yang penting masyarakat merasakan manfaatnya. Nama tidak penting, hasilnya harus nyata,” pungkasnya.(*)