SUARATRIBUN.COM, BETUN – Warga Desa Kakaniuk dan Numbei mengusulkan agar Jembatan Gantung Numbei diberi nama SBS–HMS. Namun, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS), menolak usulan tersebut dan meminta agar pembangunan tersebut cukup dikenang dalam sejarah.
Usulan itu disampaikan warga saat kunjungan Bupati SBS bersama rombongan di Desa Kakaniuk, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Rabu (18/3/26).
“Kami minta jembatan gantung ini diberi nama SBS–HMS,” ujar salah seorang warga di sela kunjungan tersebut.
Menanggapi hal itu, Bupati SBS secara tegas namun santun menjelaskan bahwa penamaan jembatan dengan nama pejabat tidak diperlukan, karena jabatan bersifat sementara.
“Tidak perlu diberi nama seperti itu. Jabatan ini tidak abadi. Suatu saat akan ada pemimpin lain yang bisa saja mengganti nama tersebut, dan itu berpotensi menimbulkan persoalan,” jelasnya.
Menurut SBS, lebih baik pembangunan jembatan tersebut dikenang sebagai bagian dari sejarah yang akan diceritakan kepada generasi mendatang.
“Biarkan pembangunan ini dikenang oleh anak cucu dan dicatat dalam sejarah bahwa pada masa pemerintahan SBS–HMS, jembatan ini dibangun,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati SBS juga menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam melayani masyarakat, bukan untuk kepentingan pencitraan atau mengabadikan nama pribadi.
“Biarkan sejarah yang mencatat. Yang penting masyarakat merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Jembatan Gantung Numbei dibangun untuk mempermudah akses masyarakat, khususnya menghubungkan wilayah Numbei dan Kakaniuk dengan pusat Kabupaten Malaka di Betun, serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
