BETUN, SuaraTribun.com – Kopdit Swasti Sari berkolaborasi dengan Yayasan Trima Jaya Sakti menggagas strategi penguatan ekonomi anggota melalui pembentukan “circle ekonomi” atau perputaran usaha di antara sesama anggota, khususnya masyarakat asal Kabupaten Malaka.
Wakil GM Kopdit Swasti Sari Kupang, Kasmirus Kopong, menjelaskan program ini difokuskan bagi anggota kelas menengah ke bawah yang telah memiliki lahan dan usaha produktif, namun selama ini terkendala akses pasar dan permodalan.
“Konsep circle ekonomi ini kami bangun agar perputaran usaha terjadi di antara anggota sendiri. Produksi anggota diserap, dikelola, dan hasilnya kembali lagi untuk memperkuat ekonomi keluarga anggota,” ujarnya kepada suaratribun.com di Betun, Kamis (5/3/26) siang.
Dalam rencana strategis tahun ini, koperasi menempatkan sektor pertanian, hortikultura, dan peternakan sebagai basis pengembangan usaha anggota. Sebagian besar anggota diketahui sudah memiliki kemampuan dasar bertani maupun beternak, namun hasil produksinya masih terbatas untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga.
Untuk menjawab kendala tersebut, Kopdit Swasti Sari memberikan dukungan pembiayaan guna meningkatkan kapasitas produksi. Hasil produksi anggota kemudian disalurkan ke dapur program MBG 3T yang dikelola di bawah naungan Yayasan Trima Jaya Sakti.
Menurut Kasmirus, program dapur MBG 3T menjadi peluang strategis karena menyediakan pasar yang stabil dan berkelanjutan.
“Selama ini kendala utama petani dan peternak kecil adalah pasar. Dengan adanya dapur MBG 3T, ada kepastian penyerapan setiap hari. Ini yang membuat anggota lebih berani meningkatkan produksi,” katanya.
