“Ini cara kita mendidik petani supaya bekerja dengan giat dan memanfaatkan bantuan pemerintah secara maksimal. Pemerintah sudah bantu, maka harus ada tanggung jawab untuk mengelola dan menanam,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, menjadi salah satu fokus utama pembangunan di Kabupaten Malaka.
Karena itu, HMS menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan para petani agar setiap program pertanian yang telah dijalankan pemerintah tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi benar-benar menghasilkan produksi.
Panen raya jagung serentak tersebut merupakan bagian dari program nasional dalam rangka memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian.
Kegiatan itu juga menjadi momentum untuk menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Stefanus Bria Seran dan Henri Melki Simu dalam mendorong produktivitas pertanian berbasis rakyat.
Bagi Pemkab Malaka, bantuan pengolahan lahan bukan sekadar fasilitas yang diberikan kepada petani. Bantuan tersebut harus diikuti dengan tanggung jawab untuk mengolah, menanam, dan menghasilkan komoditas pertanian yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (*)
