“Jenazah kami bawa pulang sendiri dengan muat di pikap. Sementara ambulans milik RSUPP Betun terparkir di halaman depan ruangan jenazah RSUPP Betun. Sopirnya setelah parkir ambulans lalu dia pergi, tidak tahu balik-balik sehingga kami muat jenazah pakai pikap sendiri,” kata anggota keluarga tersebut dalam video.
Setelah kejadian itu, manajemen RSUPP Betun melakukan pemeriksaan terhadap sopir ambulans yang bertugas.
Pemeriksaan tersebut kemudian menjadi dasar bagi manajemen rumah sakit untuk mengambil tindakan terhadap sopir yang bersangkutan.
“Sopir tsb sudah dinonaktifkan karena terbukti melakukan kelalaian,” tulis Oktelin saat menjawab pertanyaan SuaraTribun.com, Selasa (6/10/2026).
Oktelin menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi perhatian serius bagi manajemen RSUPP Betun.
Menurutnya, permohonan maaf telah disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab manajemen atas kelalaian yang terjadi dalam pelayanan.
Manajemen RSUPP Betun juga berkomitmen melakukan evaluasi dan perbaikan pelayanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, termasuk dalam pelayanan kepada pasien maupun keluarga pasien.
“Kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi RSUPP Betun untuk memastikan setiap petugas menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya. (*)
