SUARATRIBUN.COM, BETUN – Dokter spesialis penyakit dalam dr. Francesca Melissa Marsha Pareira,Sp.PD mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat di wilayah perbatasan, khususnya Kabupaten Malaka, terhadap bahaya gula darah tinggi atau hiperglikemia masih tergolong rendah. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan dalam menekan kasus diabetes melitus beserta komplikasinya.
Hal itu disampaikan dokter Melissa usai membawakan materi ilmiah bertajuk Hyperglycemic Crisis in Clinical Practice: Challenge and Solution di Garuda Hall, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap gula darah tinggi sebagai penyakit biasa, padahal kondisi tersebut dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, gangguan jantung hingga amputasi apabila tidak ditangani dengan baik.
“Sebagian masyarakat masih menganggap gula darah tinggi itu hal biasa. Padahal kalau dibiarkan terus-menerus bisa menyebabkan komplikasi yang sangat berbahaya,” ujarnya.
Dokter Melissa menjelaskan, salah satu persoalan yang sering ditemukan ialah pasien diabetes tidak disiplin menjalani pengobatan. Banyak pasien berhenti minum obat ketika kondisi tubuh mulai terasa membaik sehingga gula darah kembali meningkat.
“Kadang pasien baru minum obat satu sampai dua hari, gula darah turun lalu dianggap sudah sembuh. Padahal diabetes merupakan penyakit kronis yang harus dikontrol seumur hidup,” katanya.
