SUARATRIBUN.COM, JAKARTA – Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan tidak cukup hanya dengan membangun gedung rumah sakit, melengkapi peralatan medis, maupun menghadirkan teknologi kesehatan modern. Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelola rumah sakit juga menjadi kunci utama.
Kesadaran inilah yang mendorong Direktur Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, Kabupaten Malaka, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, MM., FISQua, menjajaki peluang kerja sama dengan Universitas Tarumanagara (UNTAR) Jakarta untuk memperkuat kapasitas SDM dan meningkatkan kualitas tata kelola pelayanan kesehatan.
Pertemuan dengan jajaran pimpinan UNTAR tersebut menjadi langkah penting bagi RSUPP Betun dalam membuka peluang kolaborasi pendidikan, pengembangan kompetensi, hingga penguatan manajemen rumah sakit.
Dalam pertemuan itu, Kepala Lembaga Pembelajaran dan Inovasi Akademik UNTAR, Dr. Ir. Stiven Dermawan, ST., MT., menyampaikan bahwa pihak kampus sangat terbuka terhadap kerja sama dengan RSUPP Betun maupun Pemerintah Kabupaten Malaka.
Menurutnya, UNTAR memiliki keunggulan dalam bidang kesehatan dan kedokteran sehingga terbuka peluang kolaborasi, termasuk kemungkinan menjadikan UNTAR sebagai wahana pembelajaran dan pengembangan kompetensi.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Prof. Dr. Keni, SS., M.SE., MM., selaku Kepala Program Studi Magister Manajemen; Jois Enjelita Tarungan, SE., MPD., selaku Manajer Kemahasiswaan dan Alumni yang membidangi kerja sama dengan kehumasan; serta Maria Benedikta Marta DO, SE., selaku Kepala Tata Usaha Program Pascasarjana UNTAR.