“Kemenangan tentu menjadi harapan semua orang. Tetapi bagi kami, yang paling penting adalah anak-anak bisa bermain dengan tenang, percaya diri, dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka di lapangan,” katanya.
Lia Kuna menilai, sepak bola usia dini memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Menurutnya, olahraga bukan hanya melatih fisik dan teknik bermain, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan berguna bagi masa depan anak-anak.
“Sepak bola mengajarkan banyak hal kepada anak-anak. Mereka belajar disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan yang paling penting adalah belajar bekerja sama sebagai satu tim,” ucapnya.
Ia menambahkan, melalui sepak bola anak-anak juga belajar untuk menghargai teman, menghormati lawan, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tekanan dalam pertandingan.
“Sepak bola bukan hanya soal mencetak gol atau menang di lapangan. Lebih dari itu, anak-anak belajar tentang persahabatan, sportivitas, dan bagaimana bangkit saat menghadapi tantangan,” lanjut Lia Kuna.
Sebagai seorang ibu, Lia Kuna berharap seluruh pemain U-12 PS Malaka dapat menikmati setiap pertandingan tanpa beban berlebihan. Ia meminta para pemain untuk tetap fokus, bermain dengan hati, dan membawa semangat juang khas Malaka.
“Bermainlah dengan hati dan nikmati setiap pertandingan. Jangan takut menghadapi lawan siapa pun. Tunjukkan bahwa anak-anak Malaka punya mental kuat dan semangat juang yang tinggi,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap pemain membawa nama baik Kabupaten Malaka di ajang tersebut. Karena itu, ia berharap seluruh tim dapat menjaga kekompakan dan menjunjung tinggi sportivitas selama turnamen berlangsung.