“Piala ini adalah bonus dari kerja keras anak-anak selama ini. Semua diraih melalui proses yang serius, latihan yang disiplin, dan komitmen yang tinggi. Saya mengucapkan limpah terima kasih kepada seluruh pemain yang sudah berjuang memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Malaka,” ujar pria yang akrab disapa Dodi ini dirilis suaratribundotcom pada Minggu 12 Juli 2026 pagi.
Menurut Dodi, seluruh pemain yang berhasil membawa PS Malaka meraih prestasi merupakan hasil pembinaan dan seleksi dari Sekolah Sepak Bola (SSB) yang telah dibentuk di setiap kecamatan di Kabupaten Malaka.
“Anak-anak ini murni hasil pembinaan dan seleksi dari SSB di Kabupaten Malaka. Program ini bahkan belum genap satu tahun berjalan setelah kerja sama dengan Persija Academy Jakarta dimulai,” katanya.
Ia menilai keberhasilan memborong tiga trofi juara tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan yang dibangun bersama Persija Academy Jakarta telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pemain.
“Saya melihat keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama dengan Persija Academy Jakarta. Meski belum sampai satu tahun bekerja sama, hasilnya luar biasa karena kita mampu memborong tiga trofi juara untuk masyarakat Kabupaten Malaka,” ucapnya.
Dodi meyakini prestasi tersebut akan semakin mengangkat nama Kabupaten Malaka di dunia sepak bola, baik di tingkat NTT maupun nasional.
“Dengan prestasi ini, Malaka pasti akan semakin dikenal. Bisa saja ini menjadi sejarah baru, karena mungkin merupakan satu-satunya kabupaten di NTT yang mampu memborong tiga gelar juara dalam satu tahun kompetisi,” katanya.