SUARATRIBUN.COM, BETUN – Ketua PSSI Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran, S.H, menegaskan bahwa turnamen antar Sekolah Sepak Bola (SSB) kategori U-12, U-14, dan U-16 tingkat kecamatan se-Kabupaten Malaka mencetak sejarah baru dalam dunia sepak bola di Nusa Tenggara Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan Adrianus dalam sambutannya saat membuka Turnamen Piala Bupati Malaka Seri II di Lapangan Haitimuk, Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kamis (23/4/26).
Ia menegaskan, kompetisi ini menjadi yang pertama di NTT yang menggunakan sistem liga penuh, dengan pembagian Liga 1 dan Liga 2, menggantikan pola turnamen konvensional sistem gugur.
“Turnamen ini adalah yang pertama di NTT yang menggunakan sistem liga, baik Liga 1 maupun Liga 2. Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi tonggak penting dalam pembinaan sepak bola usia dini di daerah,” tegas Adrianus.
Lebih lanjut, Adrianus menjelaskan bahwa sistem liga yang diterapkan tidak hanya memberi kesempatan bermain lebih banyak bagi setiap tim, tetapi juga menghadirkan mekanisme kompetisi yang profesional melalui sistem promosi dan degradasi.
“Setiap tim akan bertanding secara berkelanjutan, tidak langsung gugur. Ini memberi ruang bagi pemain untuk berkembang, belajar dari pertandingan ke pertandingan, dan meningkatkan kualitas permainan,” ujarnya.
Dalam format tersebut, tim yang tidak mampu mengumpulkan poin maksimal di Liga 1 akan mengalami degradasi ke Liga 2. Sebaliknya, tim-tim terbaik di Liga 2 akan mendapatkan kesempatan promosi ke Liga 1. Selain itu, akan diterapkan sistem play-off sebagai ajang uji kemampuan bagi tim-tim yang berpeluang naik atau bertahan.
