Ketua PSSI Malaka Gerak Cepat, Dorong Wasit Ikuti Kursus VAR di Jakarta

Reporter: Novry Laka 
| Editor: Redaksi

Tidak hanya itu, dorongan untuk mengirim wasit mengikuti kursus VAR juga berkaitan erat dengan kesiapan Malaka sebagai tuan rumah ETMC 2027. ABS menilai, jika VAR akan digunakan dalam turnamen bergengsi tersebut, maka kesiapan perangkat pertandingan harus dipersiapkan sejak dini.

“Sebagai tuan rumah ETMC 2027, kita tidak hanya bicara soal infrastruktur, tetapi juga kesiapan teknis, termasuk wasit. Kalau VAR digunakan, maka wasit kita harus sudah siap dan punya lisensi,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Ia mengakui, upaya menghadirkan wasit bersertifikasi VAR bukan tanpa tantangan. Keterbatasan anggaran, akses pelatihan, hingga kesiapan teknis menjadi sejumlah kendala yang harus dihadapi. Namun demikian, Adrianus tetap optimistis bahwa semua hambatan tersebut dapat diatasi dengan kerja sama yang baik.

“Kita optimis. Setiap inovasi pasti ada tantangan, tapi kalau kita punya niat yang kuat dan didukung semua pihak, maka hasilnya juga akan baik untuk kemajuan sepak bola kita,” katanya.

Lebih lanjut, ABS menyampaikan bahwa gagasan pengiriman wasit ke Jakarta untuk mengikuti kursus VAR mendapat respons positif dari pemerintah daerah. Dukungan tersebut dinilai penting karena pengembangan olahraga, khususnya sepak bola, membutuhkan sinergi antara asosiasi dan pemerintah.

Menurutnya, investasi pada peningkatan kualitas wasit bukan hanya untuk kepentingan jangka pendek, tetapi juga sebagai fondasi jangka panjang dalam membangun ekosistem sepak bola yang profesional di Kabupaten Malaka.

“Ini bukan hanya soal hari ini, tapi masa depan sepak bola Kabupaten Malaka,” tandas ABS yang juga Ketua DPRD Kabupaten Malaka ini. (*)