Menurutnya, prestasi tidak dapat dibangun secara instan. Dibutuhkan perencanaan yang matang, pembinaan sejak usia dini, serta keberanian mengambil keputusan demi kepentingan masa depan sepak bola daerah.
Langkah tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Malaka, khususnya misi mengembangkan olahraga berprestasi.
PS Malaka ingin memastikan bahwa ketika kembali tampil dalam kompetisi besar, tim tidak sekadar hadir sebagai peserta, tetapi benar-benar memiliki kesiapan, kekuatan, dan kematangan untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
Dionisius optimistis PS Malaka akan kembali dengan kekuatan yang lebih baik pada kompetisi mendatang.
“Kita ingin menunjukkan bahwa kembalinya PS Malaka pada tahun-tahun yang akan datang tentunya dengan persiapan yang lebih baik. Kita pasti akan lebih siap, lebih kuat, dan lebih matang untuk kembali meraih gelar juara Piala ETMC yang pernah kita raih pada tahun 2019 lalu,” ungkapnya.
Keputusan absen pada ETMC 2026 ini sekaligus menjadi momentum bagi PS Malaka dan PSSI Kabupaten Malaka untuk mengevaluasi serta memperkuat arah pembinaan sepak bola ke depan.
Bagi PS Malaka, target jangka panjang bukan sekadar mempertahankan eksistensi dalam kompetisi, melainkan melahirkan pemain-pemain berkualitas yang mampu membawa nama Kabupaten Malaka bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Semangat pembinaan itu pun ditegaskan melalui slogan kebanggaan tim: MANU MEO LAKA TEBES! PS MALAKA, MENYALA-MENYALA BERSINAR!
