Perkembangan signifikan itu semakin diperkuat dengan hadirnya Fakultas Kedokteran sebagai salah satu capaian strategis UCB.
“Kami membangun Fakultas Kedokteran karena termotivasi dari gagasan Kaka Stef tentang Revolusi KIA,” jelas Frans.
Saat ini, mahasiswa Fakultas Kedokteran UCB pada gelombang pertama berjumlah 31 orang. Gelombang kedua telah mencatat 11 pendaftar, sementara penerimaan gelombang ketiga akan segera dibuka.
Pihak kampus optimistis kuota sebanyak 50 mahasiswa kedokteran dapat terpenuhi.
“Kampus ini bertumbuh dari ide-ide besar yang visioner,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran mengaku bangga melihat perkembangan pesat UCB dari waktu ke waktu.
“Saya bangga dan senang melihat perubahan besar ini. Dari akademi kebidanan hingga menjadi universitas, sekarang berkembang lagi dengan membuka Fakultas Kedokteran,” ujar SBS.
Ia menilai perubahan besar yang terjadi di UCB membuktikan bahwa keberhasilan hanya dapat diraih melalui keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam bekerja.
“Kamu harus memulai agar bisa mendapatkan sesuatu. Kalau mau menjadi hebat, tidak bisa hanya diam. Harus berjuang,” tegasnya.
SBS juga membagikan filosofi hidup yang selama ini dipegangnya.
“Saya berjalan, tetapi tidak pernah mundur. Kalau ke Malaka, walaupun jalan kaki, tetap jalan terus. Pelan-pelan tapi pasti sampai. Tetapi, kalau hanya mengeluh, kita tidak akan ke mana-mana,” katanya.
Menurut SBS, semangat itulah yang kini tercermin dalam perjalanan UCB hingga mampu berkembang pesat dan membuka Fakultas Kedokteran.
