Dari Kursi Sopir Menuju Kursi Rakyat
Filosofis sopir dimainkan dalam dunia politik. Bahwa politik seperti saat Ia mengemudi. Setiap tikungan, lintasan menurun maupun mendaki, bahkan menyalib (melewati) kendaraan lain pun memang membutuhkan nyali.
Setelah dikalkulasi dan mengutak-atik percaturan politik di Malaka, khususnya politik legislatif di Daerah Pemilihan (Dapil) Malaka II (Rinhat, Wewiku, Weliman, Malaka Barat), AB tak segan-segan memutuskan masuk menjadi pelaku politik. Ia memainkan peran langsung. Menjadi sutradara politik bagi dirinya sendiri.
Berbekal pengalaman dari keluarga sederhana, sebagai seorang parantau, dan menjadi sopir, AB memiliki setumpuk ilmu, trik politik, dan segudang rasa untuk memperjuangkan nasib hidup banyak orang di daerah kelahirannya.
Dalam setiap kesempatan, AB tampil sederhana. Bahasa tubuhnya terlihat kurang percaya diri. Tetapi dia terus belajar. Ia terbuka dengan siapa saja. Tetapi punya pendirian kuat dan sangat prinsipil. Ia tahu mengkondisikan diri di setiap momen. Itulah kekayaan diri yang tak ada pada orang lain. Unik dan fleksibel.
Tekad politiknya tumbuh kuat. Pada perhelatan politik legislatif 2024 kemarin, Ia terpilih dan dipercayakan masyarakat Dapil Malaka II untuk menjadi wakil rakyat. Ditokohkan di gedung rakyat untuk bersuara lantang tentang nasib orang Dapil II khususnya orang Rinhat.
Dengan nada suara datar dan argumen tajam di gedung DPRD Malaka, titik demi titik perjuangannya demi masyarakat Malaka (khusus Dapil II) pun didengar dan di-indah-kan Pemerintah Daerah Malaka.
