Kondisi tersebut mulai menimbulkan pertanyaan di kalangan siswa dan guru olahraga. Mereka berharap pihak panitia segera menuntaskan penyaluran hadiah sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para peserta.
“Anak-anak sudah berjuang membawa nama baik sekolah. Kami berharap panitia segera menyelesaikan kewajiban itu,” ujar salah seorang guru olahraga.
Siswa Tetap Ikut Ujian
Dalam rapat evaluasi akhir semester, SMAN Harekakae di Malaka juga menegaskan bahwa persoalan keuangan Komite/IPB tidak menjadi syarat bagi siswa untuk mengikuti ujian.
Seluruh siswa tetap diberikan kesempatan mengikuti ujian tanpa diskriminasi, termasuk mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung pencegahan Anak Rentan Putus Sekolah (ARPS).
Tidak hanya itu, para wali kelas juga menerapkan pendekatan jemput bola. Siswa yang sakit dan tidak dapat hadir ke sekolah didatangi ke rumah agar tetap memperoleh kesempatan mengikuti ujian susulan.
Robertus mengapresiasi dedikasi para guru yang dinilainya tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga memastikan seluruh siswa mendapatkan hak pendidikan.
“Guru bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses pendidikan,” ujarnya.
Rekreasi Edukatif ke Wini
Sebagai bagian dari apresiasi terhadap semangat dan prestasi siswa, SMAN Harekakae di Malaka juga merencanakan kegiatan rekreasi edukatif ke Wini bersama Dewan Guru.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana penyegaran setelah menjalani berbagai aktivitas pembelajaran dan pembinaan, sekaligus membangun kebersamaan antara siswa dan guru.
