BETUN, SuaraTribun.com – SMK Arnoldus Betun memastikan seluruh peserta didik dapat menempuh pendidikan tanpa dipungut biaya hingga lulus. Kebijakan ini mencakup pembebasan uang sekolah serta penyediaan fasilitas asrama secara gratis bagi siswa.
Kepala SMK Arnoldus Betun, Yohanes Yanuarius Nahak, menegaskan bahwa sekolah tidak lagi menarik biaya dari siswa karena seluruh kebutuhan operasional telah ditanggung pemerintah melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Kita tidak memungut biaya sekolah karena semua sudah ditanggung oleh negara melalui dana BOS,” tegas Yohanes kepada wartawan di Welaus, Desa Lakekukan Utara, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Selasa (10/2/26).
Ia menjelaskan, kesejahteraan para guru juga telah terakomodasi melalui dana tersebut, sehingga tidak ada alasan bagi tenaga pendidik untuk meminta pungutan tambahan kepada siswa.
“Kesejahteraan para guru semua sudah dikaver oleh dana BOS sehingga tidak perlu memungut lagi biaya dari para siswa,” ujarnya.
Pihak sekolah juga memberi peringatan keras terhadap praktik pungutan liar. Yohanes menegaskan, jika ada guru yang terbukti melakukan pungutan kepada siswa, maka tindakan tersebut tidak dibenarkan dan akan berujung sanksi tegas.
“Kalau sampai ada guru yang melakukan pungutan dari siswa maka itu tidak dibenarkan. Sanksinya bisa sampai pemecatan,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan hingga saat ini tidak ada laporan mengenai praktik pungutan liar oleh guru di lingkungan SMK Arnoldus Betun.
“Tapi sejauh ini belum ada guru yang melakukan pungutan liar. Kalaupun ada, pasti akan dilakukan pemecatan,” tandasnya.(*)
