“Walaupun Pilkada masih lama, sebagai pengurus dan kader partai harus bisa melakukan konsolidasi sambil mengenalkan kader-kader terbaik kita di Partai Golkar,” ujarnya.
Dalam konteks regenerasi tersebut, Markus menyebut ABS dan HMS sebagai kader yang perlu mulai mempersiapkan diri apabila nantinya mendapatkan mandat dari Partai Golkar untuk maju dalam Pilkada Malaka.
“Saat ini kita memiliki dua kader terbaik Partai Golkar, SBS-HMS, yang sementara memimpin Malaka. SBS tidak bisa maju lagi karena sudah menjabat sebagai Bupati sebanyak dua kali. Sehingga tinggal dua kader Partai Golkar yang bisa maju dalam Pilkada, yakni ABS-HMS,” kata Markus.
Pernyataan tersebut sekaligus membuka pembicaraan lebih awal mengenai figur yang akan dipersiapkan Partai Golkar untuk menghadapi Pilkada Malaka 2031.
Namun, Markus menegaskan bahwa pembicaraan mengenai nama-nama kader tersebut masih berada dalam konteks konsolidasi dan persiapan internal partai.
Penentuan kandidat yang akan diusung tetap harus melalui mekanisme Partai Golkar.
ABS: Kader Harus Siap Jika Mendapat Mandat
Menanggapi dorongan tersebut, ABS mengatakan setiap kader Partai Golkar harus siap apabila suatu saat mendapatkan mandat partai untuk maju dalam kontestasi politik.
ABS menegaskan bahwa pencalonan kepala daerah maupun anggota legislatif tidak ditentukan semata-mata berdasarkan keinginan pribadi kader. Ada mekanisme partai yang harus dilalui, termasuk survei.
“Dalam tradisi Partai Golkar, dalam mengusung kandidat untuk Pilkada dan Pileg harus melalui survei,” kata ABS.