<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Petrus Bria Seran Arsip - SuaraTribun.Com</title>
	<atom:link href="https://suaratribun.com/tag/petrus-bria-seran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suaratribun.com/tag/petrus-bria-seran/</link>
	<description>Kabar Terpercaya, Fakta Berbicara</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Apr 2026 23:07:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://suaratribun.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-512-1-32x32.png</url>
	<title>Petrus Bria Seran Arsip - SuaraTribun.Com</title>
	<link>https://suaratribun.com/tag/petrus-bria-seran/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ultah Adik Jadi Momen Haru, Bupati Malaka Ajak Keluarga Kenang Perjuangan Orang Tua</title>
		<link>https://suaratribun.com/daerah/ultah-adik-jadi-momen-haru-bupati-malaka-ajak-keluarga-kenang-perjuangan-orang-tua/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SuaraTribun.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 23:07:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ajak keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Ajak orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Malaka]]></category>
		<category><![CDATA[Kenang perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Momen Ulang Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Petrus Bria Seran]]></category>
		<category><![CDATA[Stefanus Bria Seran]]></category>
		<category><![CDATA[Ultah ke -66]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaratribun.com/?p=1474</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUARATRIBUN.COM, BETUN &#8211; Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, merayakan ulang tahun adiknya yang ke-66, Petrus&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suaratribun.com/daerah/ultah-adik-jadi-momen-haru-bupati-malaka-ajak-keluarga-kenang-perjuangan-orang-tua/">Ultah Adik Jadi Momen Haru, Bupati Malaka Ajak Keluarga Kenang Perjuangan Orang Tua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suaratribun.com">SuaraTribun.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARATRIBUN.COM, BETUN &#8211;</strong> Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, merayakan ulang tahun adiknya yang ke-66, Petrus Bria Seran, di kediaman keluarga di Wemasa, Minggu (26/4/26). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya meneladani nilai-nilai hidup yang diwariskan orang tua.</p>
<p>Dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan, Stefanus Bria Seran yang akrab disapa SBS menyampaikan pesan mendalam tentang arti kehidupan. Ia menegaskan bahwa setiap orang harus terus menabur kebaikan dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.</p>
<p>“Dalam hidup ini kita harus terus menabur kebaikan dan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain,” ujar SBS.</p>
<p>Menurutnya, nilai tersebut bukan sekadar nasihat, melainkan warisan berharga dari almarhum kedua orang tua mereka yang telah membesarkan 12 anak dengan penuh perjuangan.</p>
<p>SBS mengajak seluruh anggota keluarga untuk tidak melupakan perjalanan masa lalu yang penuh keterbatasan. Ia menekankan bahwa keberhasilan yang diraih saat ini tidak terlepas dari pengorbanan orang tua yang bekerja keras siang dan malam demi pendidikan anak-anaknya.</p>
<p>“Jangan hanya melihat hari ini, tetapi lihat bagaimana kita dibesarkan dulu dengan penuh kesulitan,” tegasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia juga mengingatkan agar setiap anggota keluarga tidak hidup dengan menyulitkan orang lain, melainkan saling membantu dan peduli terhadap sesama.</p>
<p>Sementara itu, Petrus Bria Seran yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Malaka dari daerah pemilihan (dapil) I dikenal tetap aktif melayani masyarakat setelah pensiun sebagai aparatur sipil negara (PNS).</p>
<p>Artikel <a href="https://suaratribun.com/daerah/ultah-adik-jadi-momen-haru-bupati-malaka-ajak-keluarga-kenang-perjuangan-orang-tua/">Ultah Adik Jadi Momen Haru, Bupati Malaka Ajak Keluarga Kenang Perjuangan Orang Tua</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suaratribun.com">SuaraTribun.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komisi II DPRD Malaka Minta Budaya Tarian &#8220;Tebe Bei Mau Sali&#8221; Perlu Dilestarikan</title>
		<link>https://suaratribun.com/wisata/komisi-ii-dprd-malaka-minta-budaya-tarian-tebe-bei-mau-sali-perlu-dilestarikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[SuaraTribun.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2025 20:29:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Aloysius Werang]]></category>
		<category><![CDATA[Erwin Fransiskus Manek]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi II DPRD Malaka]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Malaka]]></category>
		<category><![CDATA[Paskalis Wandelinus Leki]]></category>
		<category><![CDATA[Petrus Bria Seran]]></category>
		<category><![CDATA[Petrus Nahak Manek]]></category>
		<category><![CDATA[Siprianus Kore]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suaratribun.com/?p=458</guid>

					<description><![CDATA[<p>Malaka, SuaraTribun.com &#8211; Bangsa Indonesia adalah bangsa yang dikenal dengan keberagaman budaya. Oleh karena itu, Komisi&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suaratribun.com/wisata/komisi-ii-dprd-malaka-minta-budaya-tarian-tebe-bei-mau-sali-perlu-dilestarikan/">Komisi II DPRD Malaka Minta Budaya Tarian &#8220;Tebe Bei Mau Sali&#8221; Perlu Dilestarikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suaratribun.com">SuaraTribun.Com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Malaka, <a href="http://SuaraTribun.com">SuaraTribun.com</a> </strong>&#8211; Bangsa Indonesia adalah bangsa yang dikenal dengan keberagaman budaya. Oleh karena itu, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka meminta supaya budaya tarian Tebe Bei Mau Sali / Tebe Bei Bui Sali perlu dilestarikan.</p>
<p dir="ltr">Setiap satu atau tiga tahun baru diselenggarakan budaya tarian Tebe Bei Mau Sali / Tebe Bei Bui Sali ini. &#8220;Kita minta supaya kalau bisa tarian budaya ini tidak hanya menunggu sampai tiga tahun baru diselenggarakan tapi bisa tiap tahun diselenggarakan,&#8221; kata Ketua Komisi II DPRD Malaka, Petrus Nahak Manek saat bersama anggotanya melakukan kunjungan kerja di kampung Wanibesak, Desa Lorotolus, Kecamatan Wewiku, Selasa (11/3/2025) siang.</p>
<p dir="ltr">Dalam kunjungan kerja (kunker) itu, Petrus Nahak Manek bersama anggotanya tidak hanya menonton pertunjukan budaya Tarian Tebe Bei Mau Sali/ Tebe Bei Bui ini akan tetapi ikut mengambil bagian.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita langsung mengambil bagian untuk ikut Tebe Bei Mau Sali/ Tebe Bei Bui Sali. Ini bukti konkret keseriusan Komisi II mendorong pelestarian  budaya khususnya tarian budaya Tebe Bei Mau Sali / Tebe Bei Bui Sali,&#8221; ucap Petrus Nahak Manek menegaskan.</p>
<p dir="ltr">Mantan Ketua Bawaslu Malaka ini menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Dinas Pariwisata untuk berbicara mengenai pelestarian budaya khususnya Tebe Bei Mau Sali / Tebe Bei Bui Sali ini.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita akan berdiskusi dengan Dinas Pariwisata Malaka supaya sama-sama carikan solusi. Kira-kira kendala atau hambatannya di mana apakah ketidaktersediaan anggaran ataukah seperti apa dan kalau ketidaktersediaan anggaran misalnya maka pada saat Rapat Badan Anggaran (Banggar) perlu diusulkan untuk ditetapkan,&#8221; kata Petrus.</p>
<p dir="ltr">Menurut Petrus, budaya tarian Tebe Bei Mau Sali / Tebe Bei Bui Sali merupakan potensi daerah yang perlu dipromosikan. &#8220;Pertunjukan nilai-nilai budaya semacam ini akan banyak menarik perhatian orang luar daerah untuk datang menyaksikan dan sisi lainnya para pelaku UMKM berpeluang mendapat keuntungan,&#8221; jelas Petrus.</p>
<p dir="ltr">Hal senada disampaikan oleh empat Anggota Komisi II DPRD Malaka yaitu Paskalis Wandelinus Leki, Erwin Fransiskus Manek, Siprianus Kore, dan Petrus Bria Seran.</p>
<p dir="ltr">Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malaka, Aloysius Werang, pun bersepakat agar budaya tarian Tebe Bei Mau Sali / Tebe Bei Bui Sali di beberapa tempat seperti Kamanasa, Bolan, Wanibesak bisa dijadikan wisata budaya yg bernilai jual.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Dalam semangat kolaborasi atau pentaheliks Pemkab Malaka melalui Dinas Pariwisata dan pemangku kepentingan lainnya akan menggelar festival tarian Tebe Bei Mau Sali / Tebe Bei Bui Sali dalam rangka promosi potensi wisata sekaligus pelestarian budaya Malaka,&#8221; papar Aloysius Werang.</p>
<p dir="ltr">Menurut Aloysius Werang, pihaknya akan melakukan mediasi ini jadi kalender event wisata daerah tahunan dan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kami akan diskusikan bersama tokoh adat, tokoh masyarakat dan Pemerintah Desa baik Desa Kamanasa, Fahikuka (Bolan), dan Desa Lorotolus untuk rencana pengembangan ke depan,&#8221; jelas Aloysius Werang.</p>
<p dir="ltr">Ditambahkan, Tebe Bei Mau Sali /Tebe Bei Bui Sali merupakan tarian masal, warisan budaya leluhur yang bernilai dan tetap lestari hingga saat ini.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Tradisi &lt;span;&gt;ini merupakan warisan leluhur orang-orang Kamanasa, Bolan dan Wanibesak yang secara historis berasal dari satu keturunan yang sama yaitu Suai Timor Leste,</p>
<p dir="ltr">Ritual ini dilakukan setiap tahun sebagai ucapan syukur atas hasil panen jagung, dalam ritual HAMIS BATAR. Ritual HAMIS BATAR dengan menyuguhkan tarian masal TEBE BEI MAU SALI dan TEBE BEI BUI SALI  sebagai ritual ucapan syukur, juga sebagai momentum reuni atau penyatuan kembali orang Kamanasa, Bolan dan Wanibesak.</p>
<p dir="ltr">Ritual ini dilakukan setiap setahun atau dua tiga tiga tahun sekali secara bergantian di tiga tempat yaitu Kamanasa, Bolan, dan Wanibesak.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Tergantung kepada keputusan para fukun atau ketua suku,&#8221; demikian.</p>
<p dir="ltr">Dirinya mengakui bahwa peranan Dinas Pariwisata untuk melestarikan warisan budaya yang bernilai tersebut belum ada. &#8220;Hal ini akan menjadi perhatian kami ke depan,&#8221; sebutnya.</p>
<p dir="ltr">Diulanginya, tradisi ini dilakukan setiap tahun atau tiga tahun sekali  pada saat panen perdana jagung atau HAMIS BATAR. Ritual ini diawali dengan rapat persiapan yang dilakukan para Fukun atau kepala suku. Setelah melakukan persiapan-persiapan secara baik, maka diutus beberapa orang untuk melakukan HAMATA atau undang secara adat.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Ritual ini dilakukan selama 3 hari 3 malam, dengan menggunakan tais atau kain adat yang berbeda warna sesuai waktu,&#8221; ucapnya.</p>
<p dir="ltr">Dinas Pariwisata akan mendata dan berkoordinasi untuk mendampingi agar even tersebut dapat dikemas dalam even wisata tahunan. &#8220;Dinas Pariwisata akan menyusun kalender even dan membantu mempromosikannya,&#8221; jawabnya.</p>
<p dir="ltr">Terkait kendala yang dihadapi dinas yaitu pertama kendala utama adalah keterbatasan dana, juga keterbatasan Sumber Daya Manusia atau SDM pengelolah.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Perlu dibangun koordinasi yang intens yang melibatkan semua pihak, agar warisan budaya yang bernilai tinggi tetap lestari dan berdampak pada geliat ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan masyarakat,&#8221; tandasnya. ***</p>
<p>Artikel <a href="https://suaratribun.com/wisata/komisi-ii-dprd-malaka-minta-budaya-tarian-tebe-bei-mau-sali-perlu-dilestarikan/">Komisi II DPRD Malaka Minta Budaya Tarian &#8220;Tebe Bei Mau Sali&#8221; Perlu Dilestarikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suaratribun.com">SuaraTribun.Com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
