Mendagri Soroti Sampah, Bupati SBS Tegaskan Betun Dibersihkan Tiga Kali Sehari

Reporter: Novri Laka 
| Editor: Redaksi

SUARATRIBUN.COM, BETUN – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya peran aktif kepala daerah dalam menangani persoalan sampah di wilayah masing-masing.

Menurut Tito, kebersihan lingkungan bukan hanya menyangkut estetika, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, wajah daerah, serta wibawa pemerintahan.

Penegasan tersebut disampaikan Mendagri saat memberikan sambutan pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) XVII Tahun 2026 di Kota Batam, Selasa (20/1/2026).

Selain persoalan sampah, Mendagri juga menyoroti keberadaan baliho dan papan reklame yang tidak tertata rapi sehingga menimbulkan kesan kumuh di sejumlah daerah.

Ia meminta para kepala daerah berani menertibkan ruang publik demi menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan nyaman.

Menanggapi arahan tersebut, Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Malaka telah menjadikan kebersihan lingkungan sebagai salah satu prioritas utama sejak awal kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS).

“Di Kabupaten Malaka, khususnya di Kota Betun, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup aktif membersihkan dan mengangkut sampah setiap hari,” ujar Bupati SBS.

Ia menjelaskan, pengangkutan sampah di Kota Betun dilakukan secara rutin hingga tiga kali sehari. Aktivitas pembersihan bahkan telah dimulai sejak dini hari.

“Setiap hari, mulai pukul 05.00 WITA, petugas sudah turun membersihkan kota. Sampah diangkat dan dibuang ke tempat pembuangan sesuai ketentuan,” ungkapnya.