Di Lamea, harapan itu kini mulai tampak. Batu demi batu disusun, kawat demi kawat dirangkai. Perlahan, sebuah benteng berdiri bukan hanya untuk menahan banjir, tetapi juga menjaga mimpi warga agar tetap tinggal di kampung halamannya.
Dan di bawah terik yang tak kenal ampun itu, seorang bupati memilih untuk tetap berjalan, memastikan satu hal: rakyatnya tidak lagi hidup dalam ketakutan. (*)