SUARATRIBUN.COM, BETUN – Keluarga Martinus Ahau atau akrab disapa Bos Ahau dan Petrus Apin alias Bos Apin meminta pihak kepolisian segera menahan terduga pelaku, mantan Kepala Desa Kereana, Na’I Jun terkait dugaan pemukulan dan teror menggunakan senjata tajam.
Permintaan tersebut disampaikan pihak keluarga lantaran merasa tidak nyaman dan khawatir terhadap situasi yang terjadi. Bos Ahau diduga menjadi korban pemukulan, sementara Bos Apin disebut mengalami teror menggunakan senjata tajam jenis kelewang.
Anak dari Bos Ahau dan Bos Apin, Ko Amin, mengatakan keluarga berharap pihak kepolisian, khususnya Polres Malaka, segera mengambil langkah tegas dengan menahan terduga pelaku agar situasi kembali kondusif.
“Kami mohon agar terduga pelaku ditahan dulu supaya kami bisa merasa tenang karena kami jelas-jelas korban dan semua terekam kamera CCTV,” ujar Ko Amin kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).
Ko Amin menegaskan, keluarga saat ini masih merasa takut dan tidak nyaman pasca peristiwa tersebut sehingga berharap proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Kami ingin agar proses hukum ini benar-benar adil bagi orang tua kami. Kami berharap pihak kepolisian menangani kasus ini secara serius dan sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya. (*)
