Bupati SBS juga mengingatkan masyarakat bahwa harapan untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang baik perlu diiringi kepedulian terhadap ketersediaan tenaga kesehatan. Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya menuntut pelayanan, tetapi juga perlu memikirkan kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi yang akan bekerja di sektor tersebut.
“Tidak fair kalau kita ke rumah sakit untuk minta pelayanan lalu marah-marah, sementara anak kita tidak satu pun sekolah di bidang kesehatan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa bidang kesehatan tidak terbatas pada profesi dokter, tetapi mencakup berbagai disiplin pendidikan dan profesi yang berperan dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, ia berharap para orang tua memberikan dukungan kepada anak-anak untuk mengenal dan memilih pendidikan kesehatan sesuai minat, kemampuan, serta cita-cita mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati SBS turut membagikan pengalaman keluarganya. Ia menyampaikan bahwa kedua anaknya menempuh pendidikan kedokteran. Salah satunya telah menjadi dokter spesialis, sedangkan satunya lagi diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan dokter spesialis dalam waktu sekitar satu hingga satu setengah tahun ke depan.
Pengalaman tersebut memperkuat pesan Bupati SBS mengenai pentingnya dukungan keluarga terhadap pendidikan di bidang kesehatan. Ia menegaskan bahwa ajakan kepada masyarakat harus disertai tindakan nyata, terutama dalam memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang bermanfaat bagi masa depan mereka dan masyarakat.
