SUARATRIBUN.COM, BETUN – Manajemen RSUPP Betun bergerak cepat merespons keluhan pasien terkait antrean panjang di loket pendaftaran. Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, FISQua, menegaskan pihaknya segera memisahkan layanan admisi, khususnya untuk pasien rawat inap.
Kebijakan ini diambil setelah terjadi penumpukan antrean akibat seluruh proses pendaftaran masih terpusat dalam satu lokasi dengan kapasitas ruang yang terbatas.
“Antrean terjadi karena layanan admisi masih digabung dan ruangannya sempit. Kami sedang menyiapkan sarana dan prasarana penunjang, termasuk SDM dan lokasi yang lebih representatif,” ujar Oktelin kepada wartawan, Sabtu (18/4/26).
Sebagai langkah konkret, manajemen akan memisahkan alur pendaftaran guna mengurai kepadatan dan meningkatkan kenyamanan pasien saat mengakses layanan kesehatan.
Pendaftaran khusus pasien rawat inap direncanakan dipindahkan ke gedung baru yang telah disiapkan dan ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat.
“Senin depan atau paling lambat bulan depan sudah kita pisahkan. Pendaftaran rawat inap akan dilayani di gedung baru,” jelasnya.
Sebagai rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Malaka, RSUPP Betun melayani pasien rawat jalan dan rawat inap dengan tren kunjungan yang terus meningkat. Kondisi ini membuat penyesuaian sistem pelayanan menjadi kebutuhan mendesak.
“Pemisahan layanan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses admisi, mengurangi antrean, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya. (*)
