Resmikan Poliklinik RSUPP Betun, Bupati SBS Luruskan Pemahaman tentang Tenaga Medis

Reporter: Novri Laka 
| Editor: Redaksi
Sambutan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran atau SBS dalam rangka pemberkatan dan peresmian gedung Poliklinik RSUPP BETUN. (FOTO: NL)

Menurut dia, pasien perlu menyampaikan keluhan, gejala, dan hal-hal yang dirasakan pada tubuhnya secara terbuka agar dokter dapat melakukan pemeriksaan, mempertimbangkan kondisi pasien, dan menentukan tindakan yang tepat.

SBS menegaskan bahwa dokter juga manusia yang tidak mengetahui seluruh kondisi pasien tanpa informasi dan pemeriksaan yang memadai. Karena itu, komunikasi yang baik antara pasien dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam proses pelayanan.

Bacaan Lainnya

“Manusia bukan Tuhan. Manusia hanya tahu dari perkataan dan perbuatan seseorang. Yang tidak diungkapkan, mereka tidak tahu,” ujarnya.

Di hadapan jajaran RSUPP Betun, SBS juga menegaskan bahwa rumah sakit merupakan salah satu simbol pemerintahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh sebab itu, kualitas pelayanan kesehatan harus menjadi perhatian serius seluruh jajaran rumah sakit.

Ia meminta Direktur RSUPP Betun beserta jajarannya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan tidak bersikap kasar terhadap pasien. Pasien, kata dia, tidak boleh ditelantarkan ataupun dibiarkan tanpa pelayanan yang semestinya.

“Pelayanan tidak boleh kasar, datang ditelantarkan, itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.

SBS mengingatkan bahwa buruknya pelayanan rumah sakit akan berdampak pada penilaian masyarakat terhadap pemerintah. Sebaliknya, pelayanan yang baik menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Ia kemudian mengenang pesan almarhum Pit A. Talo yang mengajarkannya bahwa terdapat sejumlah unit pelayanan yang menjadi simbol pemerintahan, yakni rumah sakit, pasar, dan terminal.