Ia mengatakan, pendampingan PKMK UGM membantu manajemen rumah sakit menyusun tahapan kerja, memantau perkembangan program, serta memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai target.
Melalui evaluasi tersebut, pihak rumah sakit dapat mengidentifikasi aspek pelayanan yang telah memenuhi standar maupun bagian yang masih membutuhkan pembenahan.
Oktelin menegaskan, evaluasi tidak hanya berfokus pada satu bidang, tetapi mencakup seluruh aspek penyelenggaraan rumah sakit, mulai dari pencapaian standar pelayanan minimal, program pelayanan kesehatan, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga sumber daya manusia.
“Jadi, dari program pendampingan ini, evaluasi dilakukan untuk semua. Tidak ada penekanan khusus pada satu bidang, tetapi semuanya dievaluasi, mulai dari SPM, program pelayanan kesehatan, sarana prasarana, sampai SDM,” ujarnya.
Capaian SPM RSUPP Betun di Atas 80 Persen
Terkait perkembangan program, Oktelin menyampaikan bahwa capaian standar pelayanan minimal RSUPP Betun telah melampaui 80 persen pada indikator pelayanan yang dievaluasi.
Capaian ini menjadi salah satu gambaran kemajuan rumah sakit dalam memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan. Namun, manajemen RSUPP Betun tetap berupaya meningkatkan hasil tersebut melalui evaluasi rutin dan pendampingan dari PKMK UGM.
Menurut Oktelin, tim UGM juga memberikan masukan dan strategi kepada jajaran rumah sakit agar pelaksanaan program semakin terarah dan target yang ditetapkan dapat tercapai.
“UGM sangat membantu kita. Dari UGM juga terus berusaha memberikan trik-trik kepada kita di RSUPP untuk mengerjakan program supaya bisa mencapai target yang mereka inginkan,” katanya.
