Belajar dari Kepemimpinan Direktur RSUPP Betun, RSUD Rote Ndao Bidik Peningkatan Pelayanan dan Pendapatan

Reporter: Novri Laka 
| Editor: Redaksi
Pejabat pemerintah Rote Ndao pose bersama Direktur RSUPP Betun dan tim di Aula Kantor Bupati Malaka.

SUARATRIBUN.COM, BETUN –Kepemimpinan Direktur Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, MM., FISQua, menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepemimpinan dalam mengelola sumber daya manusia (SDM), tata kelola keuangan, serta pengembangan pelayanan rumah sakit menjadi alasan jajaran Pemkab Rote Ndao memilih RSUPP Betun sebagai lokasi studi banding, Kamis (22/10/2026).

Bacaan Lainnya

Melalui kunjungan tersebut, rombongan ingin mempelajari praktik pengelolaan rumah sakit yang dinilai mampu mendorong peningkatan pendapatan sekaligus memperkuat mutu pelayanan kepada masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rote Ndao, Luisa Magdalena Patola, S.Kep., Ns., MPH, mengatakan RSUPP Betun dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan rumah sakit di Kabupaten Rote Ndao.

Menurut Luisa, salah satu hal yang menarik perhatian pihaknya adalah informasi mengenai pendapatan RSUPP Betun dari klaim pelayanan kepada BPJS Kesehatan yang dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan rumah sakit di Rote Ndao.

“Kenapa RSUPP Betun menjadi pilihan kami? Selain karena arahan pimpinan, kami juga melihat informasi di media sosial bahwa klaim pendapatan BPJS RSUPP Betun cukup tinggi, jauh dibandingkan dengan pendapatan rumah sakit kami di Rote Ndao,” kata Luisa.

Ia menjelaskan, RSUPP Betun dan RSUD Rote Ndao sama-sama merupakan rumah sakit tipe C. Namun, RSUPP Betun telah menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sejak 2018, sedangkan RSUD Rote Ndao hingga kini belum menerapkannya.