“Dalam sesi pelatihan ini saya melihat para pemain sangat aktif. Setelah materi teori diberikan kepada para pelatih dan langsung diterapkan di lapangan bersama para pemain muda. Ini sangat bagus karena teori akan lebih mudah dipahami ketika langsung diterapkan,” ujar Ricky.
Ricky juga mengapresiasi antusiasme para pelatih lokal yang dinilainya cepat beradaptasi dengan materi yang diberikan.
Ia menilai keterlibatan aktif para pelatih dalam proses latihan akan sangat membantu percepatan perkembangan pemain usia muda di Malaka.
“Saya selalu berusaha aktif berkomunikasi dengan pemain-pemain muda saat latihan. Tujuannya supaya mereka lebih cepat memahami posisi bermain, tahu peran masing-masing, dan mengerti kapan harus bergerak dalam situasi pertandingan,” katanya.
Menurutnya, komunikasi yang intens antara pelatih dan pemain menjadi faktor penting untuk membangun pemahaman bermain yang matang sejak usia dini.
“Melatih anak usia muda itu bukan hanya soal passing, kontrol, atau shooting. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka memahami permainan, membaca situasi, disiplin, dan memiliki karakter yang baik sebagai pemain,” tambahnya.
Selain pembinaan teknis di lapangan, para pelatih PS Malaka juga mendapat pembekalan mengenai metode latihan modern, pola pembinaan pemain usia muda, serta strategi membangun sistem latihan yang efektif dan berorientasi pada pengembangan jangka panjang.
Antusiasme para pemain terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap instruksi dengan penuh semangat dan menunjukkan motivasi besar untuk terus berkembang.
