OPINI – Di Antara Damai dan Kekuatan: Seruan Paus Leo XIV Menggugat Dunia

Reporter: Novry Laka 
| Editor: Redaksi

Kedua, Paus secara moral mengecam segala bentuk keserakahan kekuasaan yang diwujudkan melalui aneksasi, intimidasi, dan blokade terhadap negara lain. Ia mengajak para pemimpin dunia untuk memilih jalan dialog dan negosiasi. Kekuasaan, dalam pandangan ini, adalah anugerah yang seharusnya digunakan untuk menghadirkan damai, bukan kehancuran.

Ketiga, seruan damai Paus mendapat resonansi luas dari masyarakat dunia. Gelombang protes terhadap kebijakan perang menunjukkan bahwa nurani kemanusiaan global masih hidup.

Bacaan Lainnya

Kebijakan militeristik yang menimbulkan korban sipil dipandang sebagai pengingkaran terhadap hakikat kemanusiaan itu sendiri.
Pada akhirnya, keyakinan moral tetap berpihak pada perdamaian. Sejarah menunjukkan bahwa kekuasaan yang dijalankan secara membabi buta tidak akan bertahan lama. Sebaliknya, nilai-nilai kemanusiaan akan selalu menemukan jalannya untuk menang.

Di penghujung refleksi ini, kita diajak untuk percaya dan mendukung seruan Paus Leo XIV: bahwa perdamaian akan menang atas kekerasan.