“Kami percaya buku bisa menjadi jendela perubahan. Semoga buku-buku ini sampai ke tangan anak-anak yang membutuhkan dan menumbuhkan semangat belajar mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Ibu Evi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan Pondok Baca Kampung Kabor bagi pengembangan literasi di Kabupaten Malaka.
“Ini bukan sekadar bantuan buku, tetapi bentuk kepedulian dan cinta terhadap pendidikan anak-anak di Malaka. Kami tentu sangat bersyukur dan akan berupaya agar buku-buku ini dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat,” ujarnya.
Proses pemindahan buku ke kendaraan berlangsung penuh kegembiraan dan semangat gotong royong. Suasana hangat tampak saat para pegiat literasi bersama-sama menata puluhan dus buku yang akan dibawa menuju Kabupaten Malaka.
Bagi kedua pegiat literasi tersebut, jarak antara Kabupaten Sikka dan Kabupaten Malaka bukan penghalang untuk bersatu dalam misi mencerdaskan anak bangsa melalui buku.
“Jarak boleh jauh, tetapi semangat untuk berbagi ilmu dan membangun generasi muda tidak boleh berhenti. Kami berharap kerja sama seperti ini terus terjalin demi masa depan anak-anak NTT,” tutup Yohanes.(*)