SUARATRIBUN.COM, BELU — Suasana duka yang khusyuk menyelimuti rumah duka almarhum Johanes S. Letto di Kabupaten Belu, Sabtu (4/4/2026). Di tengah keheningan yang sarat doa, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS), hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malaka, Beatrix Yasinta Bria Seran, serta rombongan pejabat dan Tim Pendamping Pembangunan untuk menyampaikan belasungkawa, doa, dan penghormatan terakhir.
Kehadiran rombongan Bupati Malaka yang tiba sekitar pukul 13.20 WITA disambut hangat oleh keluarga besar almarhum. Dengan langkah tenang dan penuh hormat, rombongan memasuki rumah duka, bergabung dalam suasana doa yang mendalam, sebagai ungkapan simpati dan penghargaan atas jasa almarhum semasa hidupnya.
Dalam penyampaiannya, Stefanus Bria Seran mengenang sosok almarhum sebagai pemimpin yang pernah mengabdi bagi masyarakat Belu pada periode 1983–1988, di mana saat itu wilayah Malaka masih menjadi bagian dari Kabupaten Belu. Ia menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Malaka bukan sekadar bentuk formalitas, melainkan panggilan moral untuk menghormati jejak pengabdian seorang pemimpin terdahulu.
“Pada masa kepemimpinan beliau, wilayah Malaka masih berada dalam satu kesatuan dengan Kabupaten Belu. Karena itu, kami datang dengan hati untuk melayat, mendoakan, dan memberikan penghormatan atas jasa serta pengabdian almarhum,” ucap Bupati SBS dengan nada penuh haru.
Di tengah suasana iman yang kuat, Bupati juga mengaitkan kepergian almarhum dengan momentum perayaan Paskah 2026. Menurutnya, wafat dalam nuansa Paskah memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Kristiani, sebagai tanda pengharapan akan kehidupan kekal.