SUARATRIBUN.COM, BELU — Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS), bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malaka, Beatrix Yasinta Bria Seran, melayat ke rumah duka almarhum Bupati Belu, Drs. Johanes S. Letto periode 1983–1988 di Atambua, Kabupaten Belu, pada Sabtu (4/4/26) dalam suasana penuh haru dan penghormatan mendalam.
Kehadiran rombongan Pemerintah Kabupaten Malaka bukan sekadar kunjungan duka, tetapi juga menjadi momen mengenang jejak sejarah yang mengikat kedua daerah. Pada masa kepemimpinan almarhum, wilayah yang kini menjadi Kabupaten Malaka masih merupakan bagian dari Kabupaten Belu.
Karena itu, kepergian almarhum dirasakan sebagai kehilangan bersama, tidak hanya bagi masyarakat Belu, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Malaka.
Setibanya di rumah duka, rombongan disambut keluarga besar almarhum. Dalam keheningan yang sarat makna, Bupati dan rombongan mengikuti doa bersama, larut dalam suasana duka yang mendalam.
Dalam penyampaiannya, Bupati Malaka menegaskan bahwa almarhum bukan hanya pemimpin bagi Belu pada masanya, tetapi juga bagian dari sejarah panjang terbentuknya Malaka sebagai daerah otonom.
“Kami datang dengan hati yang penuh duka, tetapi juga penuh hormat. Pada masa kepemimpinan beliau, Malaka masih menjadi bagian dari Belu. Artinya, jasa dan pengabdian beliau juga melekat dalam perjalanan sejarah daerah kami,” ucap Bupati SBS dengan nada penuh penghayatan.
Ia menambahkan, nilai-nilai kepemimpinan, pengabdian, dan keteladanan yang diwariskan almarhum menjadi bagian dari fondasi yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini.