Sebelumnya, Kades Kateri, Marselus Seran (Lodo), menyoroti tanggung jawab kontraktor terhadap kualitas pekerjaan di wilayah tersebut. Berdasarkan pemantauannya, pekerjaan utama memang telah selesai, ditandai dengan ditariknya alat berat dan tidak adanya lagi pekerja di lokasi.
“Artinya, secara umum pekerjaan dianggap selesai. Namun, ada beberapa hal yang menjadi catatan masyarakat,” ujar Kades Lodo kepada wartawan, Jumat (30/01/2026).
Ia menjelaskan, secara keseluruhan hasil pekerjaan terlihat baik. Namun pada bagian pekerjaan minor, khususnya di area bahu got, masih ditemukan pekerjaan yang dinilai dikerjakan kurang maksimal.
“Kami melihat ada bagian yang sudah finishing, tetapi ada juga yang belum. Bahkan masih ada beberapa kerusakan yang sampai hari ini belum diselesaikan dengan baik. Ini menjadi catatan penting,” tambahnya.
Meski demikian, pihak desa tetap bersyukur karena pembangunan jalan telah terlaksana. Namun ia menegaskan agar seluruh pekerjaan dituntaskan secara bertanggung jawab.
“Jangan sampai kerusakan kecil berdampak pada bagian lain, karena ini satu kesatuan antara pekerjaan minor dan mayor yang tidak bisa dipisahkan,” tegasnya.
Menurut Lodo, secara kasat mata memang ada bagian yang terlihat bagus, tetapi ada juga yang kualitasnya dinilai kurang. Ia mengakui bukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), namun sebagai masyarakat, pihaknya berhak menyampaikan kondisi yang terlihat di lapangan.
“Kami minta pemerintah pusat dan PPK yang menangani pekerjaan ini datang dan mengecek langsung. Jangan menunggu masa pemeliharaan baru turun ke lapangan. Pengawasan seharusnya dilakukan sejak sekarang,” ujarnya.