Oktelin menambahkan, strategi peningkatan pendapatan rumah sakit tidak boleh hanya berfokus pada penambahan tenaga medis. Manajemen juga harus memastikan ketersediaan obat-obatan, tenaga keperawatan, peralatan medis, serta SDM penunjang lainnya.
Menurut dia, seluruh komponen tersebut saling berkaitan dalam mendukung kelancaran pelayanan kesehatan. Ketersediaan dokter harus diimbangi fasilitas yang memadai, sementara perawat dan tenaga penunjang lainnya perlu dipastikan siap mendukung pelayanan kepada pasien.
“Jadi, untuk meningkatkan pelayanan, bukan hanya SDM yang harus dilengkapi, tetapi tools atau peralatan juga harus tersedia. Perawat, SDM penunjang lainnya, termasuk obat-obatan, juga perlu dilengkapi,” kata Oktelin.
Ia berharap pengelolaan rumah sakit dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan keseimbangan antara pengembangan SDM, pemenuhan sarana dan prasarana medis, serta ketersediaan obat-obatan.
Dengan dukungan tenaga medis yang kompeten dan fasilitas yang memadai, rumah sakit diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan, memenuhi kebutuhan pasien, serta mengoptimalkan pendapatan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kunjungan studi banding Pemkab Rote Ndao ke RSUPP Betun pun diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat tata kelola RSUD Rote Ndao. Pengalaman RSUPP Betun, khususnya dalam kepemimpinan, pengelolaan keuangan, pemenuhan SDM, dan pengembangan fasilitas medis, menjadi referensi yang dapat dipelajari dan disesuaikan dengan kondisi daerah demi pelayanan kesehatan yang semakin baik.(*)
