KUPANG, SuarTribun.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil langkah cepat untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), khususnya di wilayah perbatasan dengan Timor-Leste.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Iien Adriany, M.Kes., mengatakan penguatan kewaspadaan difokuskan di tiga kabupaten perbatasan, yakni Kabupaten Malaka, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
“Surveilans aktif kami lakukan untuk mendeteksi dini kasus DBD, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki mobilitas lintas negara cukup tinggi,” jawab Kadis Kesehatan NTT kepada suaratribun.com, Kamis (5/3/26) malam.
Ia menjelaskan, pengendalian vektor diperkuat melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus di titik-titik rawan, terutama kawasan padat penduduk di sekitar Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
“Kami mengutamakan gerakan PSN secara massal dan serentak. Fogging fokus dilakukan jika ada indikasi penularan setempat, bukan sebagai langkah utama,” tegasnya.
Dari sisi layanan kesehatan, puskesmas dan rumah sakit di wilayah perbatasan telah disiagakan dengan dukungan logistik yang memadai.
“Stok cairan infus, obat simptomatik, serta alat tes dengue seperti NS1 dan IgM/IgG sudah kami pastikan tersedia di fasilitas kesehatan perbatasan,” katanya.
Untuk sistem rujukan, pasien dapat dirawat di rumah sakit terdekat seperti RSUD Atambua, RSUD Kefamenanu di TTU, dan RSUPP Betun. Jika terjadi lonjakan kasus atau pasien dengan kondisi berat, rujukan berjenjang dapat dilakukan ke rumah sakit tipe B di Kupang.