Bagi masyarakat Kabupaten Malaka, ketersediaan layanan ini menjadi penting karena pasien yang membutuhkan perawatan intensif diharapkan dapat memperoleh penanganan lebih dekat dengan keluarga, tanpa harus selalu menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit di luar daerah.
Meski demikian, optimalisasi layanan NICU dan PICU membutuhkan dukungan tenaga medis yang kompeten, peralatan yang memadai, serta sistem pelayanan yang sesuai dengan standar kesehatan.
Bukan Sekadar Bangun Gedung dan Tambah Alat
dr. Hayuni menegaskan, pengembangan fasilitas kesehatan di RSUPP Betun tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan gedung maupun penambahan peralatan medis. Hal yang lebih penting adalah memastikan fasilitas tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jadi, pembangunan fasilitas-fasilitas ini bukan sekadar pembangunan gedung atau penambahan alat kesehatan. Yang paling penting adalah mendekatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan mutu pelayanan harus berjalan beriringan dengan penguatan sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, kesiapan peralatan medis, serta penerapan sistem pelayanan yang memenuhi standar.
“Harapan kami, secara bertahap pelayanan yang sebelumnya harus dirujuk keluar daerah dapat ditangani di Malaka, tentunya dengan dukungan sarana-prasarana, SDM yang kompeten, serta sistem pelayanan yang memenuhi standar,” pungkasnya.
Pengembangan layanan CT Scan, NICU, dan PICU menjadi bagian dari upaya RSUPP Betun memperkuat perannya sebagai rumah sakit penyangga perbatasan yang memberikan pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Malaka dan kawasan RI–RDTL.
