“Perbaikan ini bukan untuk mencari kesalahan masa lalu apalagi memidanakan, tetapi memastikan ke depan tidak terjadi pelanggaran yang sama,” katanya.
Lebih jauh, ia menilai pendekatan yang diambil bupati mencerminkan kepemimpinan yang berorientasi pada penyelesaian, bukan konflik politik.
“Ada semangat pelayanan dengan hukum cinta kasih. Tidak terlihat niat balas dendam, yang ada justru komitmen memperbaiki dan memajukan daerah,” pungkasnya.(*)