Belajar dari Kepemimpinan Direktur RSUPP Betun, RSUD Rote Ndao Bidik Peningkatan Pelayanan dan Pendapatan

Reporter: Novri Laka 
| Editor: Redaksi
Pejabat pemerintah Rote Ndao pose bersama Direktur RSUPP Betun dan tim di Aula Kantor Bupati Malaka.

Ia menegaskan, pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk memperbaiki tata kelola RSUD Rote Ndao sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah.

“Kepemimpinan inilah yang ingin kita tiru dan ingin kita bawa untuk diterapkan di RSUD Rote Ndao. Semoga studi banding ini menjadi titik maju untuk RSUD Rote Ndao,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Jermi berharap, kunjungan tersebut tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat manajemen rumah sakit, meningkatkan kinerja SDM, serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Direktur RSUPP Betun Tekankan Keseimbangan SDM dan Peralatan

Di sisi lain, Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, MM., FISQua, menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan rumah sakit harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pelayanan.

Menurut Oktelin, ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten perlu didukung fasilitas dan peralatan medis yang memadai. Ketiganya merupakan komponen penting agar rumah sakit mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pasien.

“Rumah sakit itu punya sumber pendapatan dari pelayanan dokter spesialis dan dokter umum. Karena itu, dokter spesialis dan dokter umum harus dilengkapi sesuai kebutuhan rumah sakit,” jelas Oktelin.

Ia menegaskan, keberadaan dokter spesialis maupun dokter umum tidak akan optimal apabila tidak ditunjang peralatan medis yang sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

“Dokter spesialis itu harus mempunyai tools atau alat untuk bekerja. Kalau alatnya tidak ada, dia tidak bisa memberikan pelayanan dan tidak bisa menghasilkan pendapatan bagi rumah sakit. Karena itu, kita harus menyediakan modal untuk membeli peralatan agar dokter bisa bekerja dan memberikan pelayanan,” ujarnya.